Selasa, 30 Desember 2014

Puisi sedih : kenangan



Lamunku Pada Dona


Oleh : Heru Mulyadi

 

khayalanku melesat ke nirwana

rasaku berontak

bergerilya di belantara lubuk

kabut dan cahaya kawin

melahirkan bayanganmu di
sela pepohonan pembentang

antara kerinduan dan kepedihan


kecuraman tebing menggelindingkan
sukmamu dengan panah-panah cinta yang ku tancap dalam

kenangan indah menyakitiku

kenangan pahit merajamku

semua tersisa bayang

matahari menjauh dariku
bayanganmu pun sepaham denganya



tak bisa lagi

jemari kita bergenggam silang anyaman

memperbudak cinta untuk melayani kita beradu kemesraan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    

menatap gelak si mungil

yang sudah kering kebun hatinya dari bunga

Dona, kapan kita kembali terpatri?

Kapan aku mati?


Pondok pena, 30-12-2014

Sabtu, 08 November 2014

puisi : Seribu Bunga Malam - Heru Mulyadi

Seribu Bunga Malam

Oleh : Heru Mulyadi


mawar yang kutanam di dadaku
jauh jangkau selangka dan mulut
mengakar ke sekujur
bersulur ke rusuk
lebah pekerja upaya hisap madu
tulang rusukku tertusuk

mekarmu berpupuk iman
yang kualirkan dari pelataran
tali dadung di depan jas hitam
dan janji jari manis


An-najah, 08-11-2014

Prakata Penulis

Selamat datang di blog istana sastra. maaf kualitas saya tidak sehiperbola nama blog saya. karena saya sendiri masih belajar. Bahkan ini pun pengalaman ngeblog pertama saya. Harapannya dari blog ini saya bisa menambah saudara seperjuangan dalam dunia literasi. Syukur-syukur dari blog ini saya bisa mendapat guru. hehe,,
Istana sastra, sebuah blog yang berfokus hanya pada sastra. Selamat berkunjung abang dan sista sekalian.